Siapa Bilang Kaligrafi Hanya Untuk Tulisan Arab? Yuk Kenali Kaligrafi Lebih Dalam

Kaligrafi Lebih Dalam

Kaligrafi/calligraphy adalah sebuah karya seni menulis indah dengan menekankan keindahan bentuk-bentuk huruf yang telah digayakan. Pada dasarnya alat yang digunakan adalah pena sebagai media pembuatannya, namun banyak juga ditemukan seni kaligrafi yang terbuat dalam pahatan kayu, cetakan logam, dan lain sebagainya. Seni ini jarang sekali, bahkan hampir tidak ada, digunakan dalam tipografi buku-buku masa kini, karena sifatnya yang rumit untuk dibaca sehingga dapat membuat mata cepat lelah.

Meskipun sebenarnya kaligrafi ini sudah digunakan oleh berbagai bangsa sejak dahulu kala, namun di Indonesia lebih banyak digunakan sebagai media dakwah agama Islam, sehingga terkesan jika sesorang mendengar kata “kaligrafi” dia akan merasa dapat memastikan bahwa kaligrafi adalah saduran ayat suci Al-Qur’an yang ditulis dengan indah. Kaligrafi tidak hanya digunakan dalam tulisan arab saja. Berbagai macam tulisan di situs judi bola resmi yang ditulis dengan indah dan gaya yang artistik dapat dikatakan sebagai kaligrafi. Namun berbeda dengan lettering. Banyak juga orang yang mengira bahwa kaligrafi dan lettering adalah dua hal yang sama.

Jika anda pernah melhat gambar graffity di tembok di jalanan, itu adalah contoh lettering. Jadi jika kaligrafi adalah seni menulis dengan indah, lettering adalah seni menggambar tulisan dengan indah. Dalam lettering, pembuatnya bisa membuat sketch untuk memulai suatu gambar tulisan. Sedangkan dalam mebuat kaligrafi, seorang kaligrafer hanya bisa menggoreskan pena untuk satu kali saja, tidak bisa diperbaiki jika sudah terdapat kesalahan dalam pembuatannya. Padahal seorang kaligrafer profesional memiliki suatu konsistensi dalam pembuatan garis, sehingga terkesan sangat rapi dan indah. Maka unruk menjadi seorang kaligrafer yang profesional diperlukan latihan yang tekun dan jam terbang yang tingi untuk mencapai konsistensi tersebut.

Anda tertarik untuk mencoba? Simak alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kaligrafi berikut ini. Biasanya dalam membuat kaligrafi, media yang digunakan adalah berupa kuas dengan bentuk yang pipih dalam berbagai ukuran. Kemudian kuas tersebut dicelupkan kedalam bak tinta baru digoreskan pada kertas yang cenderung tebal. Namun saat ini sudah ada sebuah alat yang bernama brush pen yang dapat dengan mudah digunakan untuk membuat berbagai seni yang memanfaatkan kuas tanpa repot-repot mencelupkannya kedalam bak tinta. Simak alat-alat yang digunakan berikut ini jika anda ingin mulai mempelajari teknik pembuatan kaligrafi.

Alat Utama
Alat utama yang akan digunakan dalam pembuatan kaligrafi seperti yang sudah sedikit diulas sebelumny adalah brush pen dan kertas. Brush pen yang digunakan dapat dengan berbagai warna dan ukuran sesuai selera. Sedangkan kertas yang digunakan semakin tebal akan semakin baik, karena alat yang akan digunakan adalah berupa berbentuk cair, sehingga dapat merusak kertas jika terlalu tipis. Kertas yang dapat digunakan misalnya adalah HVS 80 gram atau lebih, art paper, karton, dan sejenisnya. Jangan mengunakan kertas semacam kertas ivory atau kertas-kertas yang lain yang sullit untuk ditembus oleh benda cair.

Alat Penunjang
Anda dapat membuat guideline menggunakan pensil secara tipis pada kertas yang digunakan berupa bentuk jajar genjang yang dijajar hingga dapat digunakan sebagai pembatas anda dalam menulis sehingga memiliki ukuran yang konsisten dan rapi.

Seni kaligrafi memang sebuah seni yang menarik untuk dipelajari jika anda menyukai keunikan dari huruf-huruf yang berkarakter sesuai keinginan pembuatnya. Namun tentu tidak mudah untuk menjadi seorang kaligrafer profesional sambil nonton movie di internet jika tidak diikuti dengan latihan yang tekun. Demikian informasi ini dibuat untuk menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply